Rabu, 03 Februari 2016
gafatar (gerakan fajar nusantara) sesat
Janji Anggota GERAKAN FAJAR NUSANTARA(GAFATAR)
Atas Nama Tuhan Yang Maha Esa
Dengan ini saya berjanji :
Saya menyatakan iman kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan siap menjadi anggota atas dasar kesadaran dan penuh tanggung jawab, serta tidak akan berkhianat kepada Gerakan Fajar Nusantara.
Saya tidak akan mencuri, tidak akan berzinah, tidak akan membunuh, tidak akan berdusta, dan sanggup berbudi pekerti luhur serta akan berbuat baik terhadap sesama manusia.
Saya siap menerima pembinaan, dan sanggup mengemban Visi Misi Gerakan Fajar Nusantara, serta akan mentaati segala aturan sesuai dengan petunjuk dan bimbingan organisasi, untuk menegakkan nilai – nilai kebenaran sejati di bumi Nusantara.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima janji yang saya nyatakan ini, dan membimbing saya menjadi manusia berkat bagi seluruh alam.
Silahkan cermati baik-baik isi dari Janji Anggota GAFATAR diatas. Janji tersebut bukanlah sekedar formalitas, melainkan sebuah tali pengikat, sebuah pegangan bagi segenap anggota GAFATAR agar dapat berjuang mewujudkan cita-cita GAFATAR. Apabila ikrar tersebut telah melekat dalam kesadaran dan diaplikasikan dalam keseharian, maka pasti akan melahirkan manusia-manusia yang berkarakter Tuhan Yang Maha Esa, manusia-manusia yang dipenuhi kasih dan sayang.
Apabila bangsa Nusantara ini mau BERKOMITMEN seperti GAFATAR, seperti apa yang tertera dalam janji GAFATAR, maka barang tentu bangsa Nusantara akan kembali menjadi bangsa yang dirahmati Tuhan Semesta Alam. Bangsa Nusantara akan kembali bangkit dan berjaya, menjadi mercusuar dunia, polisi dunia, bangsa percontohan pusat peradaban dunia yang dalam jangka jayabaya disebutkan gemah ripah loh jinawi adil makmur tata titi tentrem kertaraharja dadi keblating dunyo (subur makmur melimpah, adil, tertib, tentram, selamat selamanya, menjadi kiblat dunia).
Untuk mewujudkan semua itu, diperlukan perjuangan yang tidak mudah. Diperlukan pengorbanan harta dan jiwa sebagaimana para pejuang terdahulu mengorbankan nyawa mereka demi cita-cita merebut kemerdekaan bangsa Indonesia. Kini, bangsa Indonesia telah sampai pada pintu gerbang kemerdekaan, tinggal selangkah lagi menuju kemerdekaan sejati. GAFATAR, GERAKAN FAJAR NUSANTARA hadir untuk meneruskan perjuangan para pendahulu bangsa dan menggenapi apa yang diramalkan/dinubuahkan para leluhur untuk membangkitkan kembali kejayaan bangsa Nusantara, menjadikan bangsa Nusantara ini menjadi bangsa yang damai sejahtera
Kaitan dengan NII dan organisasi ilegal
Pengamat teroris, Al Chaidar mengatakan, Gafatar merupakan hasil dari metamorfosa Milah Abraham yang dipimpin oleh Ahmad Mussadeq, lalu berkembang lagi menjadi NII atau lebih dikenal dengan KW9 hingga terbentuklah Gafatar.
Keterkaitan dengan NII inilah yang menyebabkan izin dari Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri tak kunjung keluar. Dilansir Detik.com, Gafatar pernah mendaftar melalui surat no 01/Setjend/dpp/x/2011 tanggal 2 November 2011.
"Tapi ditolak karena pertimbangan diidentifikasi terkait dengan gerakan NII," kata Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Kemendagri, Mayjen (Purn) Soedarmo.
Soedarmo menjelaskan, berdasarkan saran dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk BIN, memang ada rekomendasi untuk menolak Gafatar dijadikan sebagai organisasi resmi yang terdaftar. Oleh karena itu, hingga saat ini Gafatar merupakan organisasi ilegal.
Pola perekrutan
Gafatar disebut-sebut mengintensifkan perekrutan terhadap mantan aktivis keagamaan, khususnya anak muda dengan latar belakang profesi. "Itu yang berhasil kami deteksi. Kami akan telusuri lebih jauh siapa sasaran rekruitmen Gafatar," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan.
Disebutkan Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, Cholil Nafis, Gafatar juga menyasar orang berpendidikan tinggi yang tertarik dengan agama tapi tidak mempunyai dasar pengetahuan yang mencukupi.
"Gerakan-gerakan semacam ini kan sasarannya para kaum-kaum eksekutif yang tertarik belajar agama, tapi mereka tidak mempunyai dasar pengetahuan yang cukup," kata Cholil melalui Detik.com.
Mantan pengikut Negara Islam Indonesia (NII), Ken Setiawan melalui Viva.co.id, mengatakan Gafatar dalam basis gerakannya tak jauh berbeda dengan NII.
Lembaga ini menanamkan simpatik kepada warga lewat beragam kegiatan positif seperti donor darah, pelatihan atau bimbingan belajar gratis.
Ken mengatakan propaganda berupa ketidakadilan yang diterima warga negara, menjadi rumus ampuh untuk merekrut anggota khususnya para generasi muda.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar