Kamis, 30 April 2015
Kamis, 23 April 2015
Pidato Presiden Joko Widodo pada pembukaan Konferensi Asia Afrika
Yang terhormat pemimpin negara dan pemerintahan, pemimpin delegasi.
Yang terhormat, Jusuf Kalla, Megawati, BJ Habibie, Tri Sutrisno, Hamzah Haz.
Atas nama rakyat dan pemerintah Indonesia saya ucapkan selamat datang di Indonesia, negara penggagas dan tuan rumah KAA 1955.
Enam puluh tahun lalu Bapak Bangsa kami Presiden Soekarno, Bung Karno, mencetuskan gagasan tersebut demi membangkitkan kesadaran bangsa-bangsa Asia dan Afrika utk mendapatkan hak hidup sebagai bangsa merdeka yang menolak ketidakadilan, yang menentang segala bentuk imperalisme.
Enam puluh tahun lalu, solidaritas Asia-Afrika, kita kumandangkan untuk memperjuangkan kemerdekaan. Untuk menciptakan kesejahteraan dan untuk memberi keadilan bagi rakyat kita. Itulah gelora KAA 1955. Itulah esensi semangat Bandung.
Kini, 60 tahun kemudian, kita kembali bertemu di negeri ini, di Indonesia, dalam suasana dunia yang berbeda bangsa-bangsa terjajah telah merdeka dan berdaulat, namun perjuangan kita belum selesai.
Yang mulia para hadirin sekalian,
Dunia yang kita warisi sekarang masih sarat dengan ketidakdilan, kesenjangan dan kekerasan global, cita-cita bersama mengenai lahirnya sebuah peradaban baru, sebuah tatanan dunia baru berdasarkan keadilan, kesetaraan, dan kemakmuran, masih jauh dari harapan.
Ketidakadilan dan ketidakseimbangan global masih terpampang di hadapan kita.
Ketika negara-negara kaya yang hanya sekitar 20 persen penduduk dunia, menghabiskan 70 persen sumber daya bumi maka ketidakadilan menjadi nyata. Ketika ratusan orang di belahan bumi sebelah utara menikmati hidup super kaya, sementara 1,2 miliar penduduk dunia di sebelah selatan tidak berdaya dan berpenghasilan kurang dari 2 dolar per hari, maka ketidakadilan semakin kasat mata.
Ketika ada sekelompok negara kaya merasa mampu mengubah dunia dengan menggunakan kekuatannya, maka ketidakseimbangan global jelas membawa sengsara yang semakin kentara ketika PBB tidak berdaya.
Aksi-aksi kekerasan tanpa mandat PBB, seperti kita saksikan, telah menafikkan keberadaan badan dunia yang kita miliki bersama itu. Oleh karena itu kita bangsa-bangsa di Asia-Afrika mendesak reformasi PBB. Agar berfungsi secara optimal sebagai badan dunia yang mengutamakan keadilan bagi kita semua, bagi semua bangsa.
Bagi saya, ketidakadilan global terasa semakin menyesak dada. Ketika semangat Bandung yang menuntut kemerdekaan bagi semua bangsa-bangsa Asia-Afrika masih menyisakan utang selama enam dasawarsa.
Kita dan dunia masih berutang kepada rakyat Palestina. Dunia tidak berdaya menyaksikan penderitaan rakyat Palestina yang hidup dalam ketakutan dan ketidakadilan akibat penjajahan yang berlangsung begitu lama.
Kita tidak boleh berpaling dari penderitaan rakyat Palestina, kita harus terus berjuang bersama mereka. Kita harus mendukung lahirnya sebuah negara Palestina yang merdeka.
Yang mulia pada hadirin sekalian,
Ketidakadilan global juga terasa ketika sekelompok dunia enggan mengakui realita dunia yang telah berubah. Pandangan yang mengatakan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya bisa diselesaikan oleh Bank Dunia, IMF dan ADB adalah pandangan yang usang yang perlu dibuang.
Saya berpendirian pengelolaan ekonomi dunia tidak bisa hanya diserahkan kepada ketiga lembaga keuangan internasional itu. Kita wajib membangun sebuah tatanan ekonomi baru yang terbuka bagi kekuatan-kekuatan ekonomi baru. Kita mendesak dilakukannya reformasi arsitektur keuangan global untuk hilangkan dominasi kelompok negara atas negara-negara lain.
Saat ini dunia membutuhkan kepemimpinan global yang kolektif, yang dijalankan secara adil dan bertanggung jawab dan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru yang bangkit, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di muka bumi, sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dunia, siap memainkan peran global sebagai kekuatan positif bagi perdamaian dan kesejahteraan.
Indonesia siap bekerjasama dengan semua pihak untuk wujudkan cita-cita mulia itu.
Yang mulia pada hadirin sekalian,
Hari ini dan esok kita berkumpul di Jakarta untuk menjawab tantangan ketidakadilan dan ketidakseimbangan itu. Hari ini dan esok, rakyat kita menanti jawaban terhadap persoalan-persoalan yg mereka hadapi.
Hari ini dan hari esok dunia menanti langkah-langkah kita dalam membawa bangsa-bangsa Asia-Afrika berdiri sejajar sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Kita bisa melakukan itu semua dengan membumikan Semangat Bandung dengan mengacu pada tiga cita-cita yang diperjuangkan para pendahulu kita 60 tahun lalu.
Pertama, kesejahteraan. Kita harus pererat kerja sama untuk hapuskan kemiskinan, meningkatkan pendidikan dan layanan kesehatan, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan memperluas lapangan kerja.
Kedua, solidaritas. Kita harus tumbuh bersama dan meningkatkan perdagangan investasi di antara kita dengan membangun kerja sama ekonomi antara kawasan Asia-Afrika dengan saling membantu dalam konektivitas yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan kita, bandara-bandara kita dan jalan-jalan kita. Indonesia akan bekerja menjadi jembatan maritim yang menghubungkan kedua benua.
Ketiga, stabilitas internal dan eksternal dan penghargaan pada HAM. Kita harus bertanya apa yang salah dengan kita sehingga banyak negara Asia-Afrika dilanda berbagai konflik internal dan eksternal yang menghambat pembangunan.
Kita harus bekerjasama menghadapi ancaman kekerasan, pertikaian dan radikalisme seperti ISIS. Kita harus melindungi hak-hak rakyat kita. Kita harus menyatakan perang pada narkoba yang menghancurkan masa depan anak-anak kita.
Kita harus menyelesaikan berbagai pertikaian baik dalam negeri atau antar negara secara damai. Oleh karenanya Indonesia memprakarsai pertemuan informal negara-negara Organisasi Kerjasama Islam untuk mencari penyelesaian berbagai konflik yang kini melanda dunia Islam.
Kita juga harus bekerja keras menciptakan stabilitas dan keamanan yang jadi prasyarat pembangunan bangsa.
Kita juga harus pastikan samudera kita, laut kita, aman bagi lalu lintas perdagangan dunia. Kita menuntut agar sengketa antar negara tidak diselesaikan dengan penggunaan kekerasan. Ini tugas dan tantangan di hadapan kita yang harus kita rumuskan dalam siding KAA ini.
Melalui forum ini saya ingin menyampaikan keyakinan saya bahwa masa depan dunia ada di sekitar ekuator. Di tangan kita. Bangsa-bangsa Asia-Afrika yang ada di dua benua.
Rabu, 22 April 2015
Selasa, 21 April 2015
KUMPUL BOCAH: RINTIHAN KUPU-KUPU MALAM
KUMPUL BOCAH: RINTIHAN KUPU-KUPU MALAM: Hidup memang tak semudah yang dibayangkan tapi hiduppun tak sulit untuk kita bisa memilih. Memilih yang terbaik, tapi terkadang orang ...
Senin, 20 April 2015
Kata Kata Soe Hok Gie
Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.
Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.
Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.
Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.
Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.
Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolik malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.
Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.
Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.
Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.
Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi "manusia-manusia yang biasa". Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.
Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.
Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.
Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?
Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis…
Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.
Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.
Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.
To be a human is to be destroyed.
Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.
Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.
I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.
Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.
Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.
Soe Hok Gie
Biografi Soe Hok Gie. Sosoknya sangat terkenal karena tulisannya yang sangat kritis terhadap pemerintah orde lama dan orde baru meskipun ia meninggal dalam usia muda namanya sangat dikenal dikalangan para aktivis karena tulisan-tulisan dan pemikirannya yang sangat fenomenal.
Soe Hok Gie adalah Orang keturunan China yang lahir pada 17 Desember 1942. Seorang putra dari pasangan Soe Lie Pit —seorang novelis— dengan Nio Hoe An. Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan, Soe Hok Gie merupakan adik dari Soe Hok Djie yang juga dikenal dengan nama Arief Budiman. Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta.
Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya.
Selain itu juga Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.
Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya tentang kemanusiaan, tentang hidup, cinta dan juga kematian. Tahun 1968 Gie sempat berkunjung ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya Joan Baez disita di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan menjadi dosen di almamaternya.
Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676m. Sewaktu Mapala mencari pendanaan, banyak yang bertanya kenapa naik gunung dan Gie berkata kepada teman-temannya:
“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”
8 Desember sebelum Gie berangkat sempat menuliskan catatannya: “Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.” Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Selanjutnya catatan selama ke Gunung Semeru lenyap bersamaan dengan meninggalnya Gie di puncak gunung tersebut.
24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, namun dua hari kemudian dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober sehingga harus dipindahkan lagi, namun keluarganya menolak dan teman-temannya sempat ingat bahwa jika dia meninggal sebaiknya mayatnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.
goresan dari setiap pecahan
berusaha untuk berfikir lebih bijak memang tak segampang obrolan dan ukiran pena.
hanya saja setidaknya akan mampu membuat pikiran lebih tenang.
tenang dalam artian, mampu membuat mata terpejam dikala malam.
tapi tak mampu menyingkirkan bayang realita yang ada.
sungguh saya sangat jenuh dengan semua ini.
ingin teriak namun hanya mampu terdengar dari denyutan nadiQ.
ingin menangis namun tertahan oleh kelopak mata ke'egoisan.
iya ke'egoisan, saya memang egois hanya mau menyusahkan diri saya sendiri.
saya ingin selalu menang sendiri menang untuk menjatuhkan diri saya sendiri.
saya memang sangat pintar hanya mampu melihat dari sisi emosi saya sendiri.
diam bukan berarti emas.
tapi setidaknya diam mampu menjadikan piring orang lain tetap utuh demi keluarga mereka.
saya yakin ketika piring saya harus pecah berkeping bukan berarti saya harus merekatkan pecahan itu satu persatu.
karna tetap akan terlihat goresan-goresan dari setiap pecahannya.
namun, suatu saat saya akan tetap berjuang membuat piring-piring baru.
agar suatu saat keadilan dapat bersanding berdampingan dengan piring masa lalu yang retak demi satu keadilan.
Lowongan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
PENERIMAAN CALON PEGAWAI BANK BTN
POSISI OFFICER DEVELOPMENT PROGRAM (ODP)
WILAYAH REKRUTMENT JAKARTA, PADANG, SEMARANG DAN MALANG
PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, memberikan kesempatan kepada Putra & Putri terbaik Indonesia untuk berkarir di PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. untuk mengisi posisi sebagai berikut :
A. KUALIFIKASI UMUM
- Warga Negara Indonesia
- Laki-laki/Perempuan
- Belum Menikah
- Usia maksimal 26 tahun (Belum berulang tahun ke 27 per 31 Juni 2015)
- Tinggi badan laki-laki minimal 160 cm dan perempuan 155 cm
- Memiliki kemampuan berbahasa Inggris lisan & tulisan
- Tidak memiliki hubungan keluarga (Ayah/Ibu/Kakak/Adik/Anak) dengan pegawai BTN
- Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Indonesia
B. KUALIFIKASI KHUSUS
- Pendidikan Minimum S1
- IPK Minimal 3.00 skala 4.00
-
Memiliki Jurusan dari diutamakan dari Fakultas Ekonomi, Teknik, Ilmu Komputer/Informatika, MIPA, Hukum, Pertanian, Peternakan dan Psikologi.
C. TATA CARA PENDAFTARAN
- Melakukan registrasi secara Online pada website Bank BTN
(- Karir – Registrasi Online - )
-
Pelamar wajib mengisi dan menyampaikan seluruh data dan informasi yang dimintai pada saat pengisian data registrasi. Kecuali untuk foto tidak perlu di-upload.
- Penerimaan dibuka mulai tanggal 15 April 2015 s/d 04 Mei 2015
D. INFORMASI LAIN
-
Hanya pelamar dengan kualifikasi terbaik yang akan dipanggil dan akan diikutsertakan dalam proses tahapan seleksi selanjutnya
-
Proses seleksi menggunakan SISTEM GUGUR, dan apabila pelamar tidak dapat menunjukkan dokumen-dokumen atau data pendukung yang diminta oleh PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ,maka secara otomatis peserta tersebut akan dikeluarkan dari proses penerimaan calon pegawai
Jakarta, 15 April 2015
HUMAN CAPITAL DIVISION
PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) Tbk.
Mandiri Career
1. Digital Marketing Strategy Manager Jakarta Raya 13 May 2015
2. Wealth Product Development Manager Jakarta Raya 13 May 2015
3. Relationship Manager (RM) Private Banking seluruh Indonesia 13 May 2015
4. Personal Loans Business Development Manager Jakarta Raya 13 May 2015
5. Mortgages Business Development Manager Jakarta Raya 13 May 2015
6. Credit Cards Partnership Manager Jakarta Raya 13 May 2015
Minggu, 19 April 2015
AHOK LEGALISASIKAN PROSTITUSI ?
Saat Ali Sadikin menjadi Gubernur, tempat pelacuran yang terus menjamur di Jakarta itu kemudian digusur. Semua pelacur dikumpulkan dan kembali dilokalisir di kawasan yang dikenal dengan Kramat Tunggak, Jakarta Utara. Meski sempat mendapat banyak tentangan, toh Ali Sadikin tidak bergeming. Dia mengaku lebih baik melokalisir pelacur agar mudah dibina dari pada melihat pelacur berkeliaran tanpa pengawasan.
Seiring berjalannya waktu, lokalisasi Kramat Tunggak semakin menggeliat.Bahkan bisa dibilang mereka mendominasi. Kebanyakan dari mereka berasal dari Pantura seperti Cirebon, Indramayu dan Subang. Kondisi itu membuat nama Kramat Tunggak tenar ke penjuru Asia. Bahkan lokalisasi ini dikenal sebagai tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara. Pembangunan Jakarta Islamic Centre menjelang akhir ditutupnya Lokres Kramat Tunggak tahun 1999, jumlah wanita tuna susila di Kramat Tunggak telah mencapai 1.615 orang WTS di bawah asuhan 258 orang germo/mucikari. Mereka tinggal di 277 unit bangunan yang memiliki 3.546 kamar. Hal ini menimbulkan masalah baru bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya dan sekaligus citra Jakarta. Sehingga muncul desakan dari ulama dan masyarakat agar Panti Sosial Karya Wanita (PKSW) Teratai Harapan Kramat Tunggak ditutup.
Desakan diteliti oleh oleh Dinas Sosial bersama Universitas Indonesia untuk mengukur sejauh mana penolakan masyarakat. Dari penelitian tersebut, keluarlah rekomendasi agar Lokres tersebut ditutup. Akhirnya pada tahun 1998 dikeluarkan SK Gubernur KDKI Jakarta No. pembangunan Jakarta Islamic Centre.Setelah dibubarkan oleh Gubernur Sutiyoso, praktik prostitusi justru pindah ke tempat-tempat lain. Mereka membuat komunitas-komunitas kecil dengan tetap menjalankan praktik prostitusi skala kecil.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan pembubaran lokalisasi di Kramat Tunggak belum bisa menyelesaikan persoalan prostitusi di Ibu Kota.
“Kita berantas semua (lokalisasi) pun, memangnya bisa dijamin tidak ada pelacur kelas tinggi di hotel-hotel bintang 3 atau bintang 6, di apartemen-apartemen yang sekali berapa puluh juta," Menurut Ahok, lokalisasi prostitusi yang resmi akan memberikan beberapa manfaat. Berbeda ketika membiarkan pelacuran berkembang liar dan tersebar mulai dari kaki lima hingga hotel berbintang, seperti saat ini.
(Merdeka.com)"Bikin lokalisasi. Saya dulu ngomong lokalisasi dicerca orang habis. Itu yang saya bilang kalau Anda mau belajar sesuatu itu musti jelas. Ini masalah penegakan hukum," tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/4).Mantan Bupati Belitung Timur itu pun tak lupa memberi contoh sebuah kisah yang terjadi di jaman Rasulullah saw. Menurut Ahok, salah satu sahabat Nabi Muhammad pernah mengisahkan tentang seorang pelacur yang akhirnya masuk surga karena dia memberikan minuman kepada seekor anjing yang kehausan.Karena iba, sang pelacur memberikan minum melalui sepatunya kepada si anjing. Atas perbuatan sang pelacur yang tulus itu dia dijamin masuk surga."Orang bikin prostitusi. Nabi aja bilang, prostitusi yang baik orang kasih makan anjing bisa masuk surga juga lho. Jadi zaman nabi pun sudah ada prostitusi. Betulkan,"
SCRATCHES FROM EACH FRACTION
try to think more wisely is not as easy as chatting and pen engraving, only at least be able to make a more calm mind. quiet in the sense that, being able to make the evenings when the eyes are closed, but could not get rid of the shadow of reality. I really highly saturated with all this. wanted to scream but only able to hear my pulse throbbing. want to cry, but restrained by the eyelid to selfishness. to selfishness yes, I'm selfish just wanted to make something yourself. I want to always win themselves a win for flopped. I am indeed very clever only able to see from the side of my own emotions. silence does not mean gold, but at least silent able to make other people's plates remain intact for the sake of their families. I'm sure when I should be broken into plates that does not mean I have to glue the fragments that one persatu.karna still scratches visible from every pecahannya.namun, someday I will continue to fight so that one day justice can coexist side by side with the past plate cracking by one justice.
Sabtu, 18 April 2015
WRITE ON THE SURFACE OF THE WATER
When it is, the whisper of sand too carve.
Behind the magnificent time expires.
As will fall into the abyss
And closing night.
More shadow night not to be outdone.
When agitated can not be prevented.
A glimmer of hope of reducing.
By dark mystery arid.
My breath is a quiet time.
The rhythm of the heart is beating too fast.
They laughed when a scream of sadness, I was born,
But why they just scream painful ?
When I could just lay dead !
When I should be forced to leave my body !
I'm stuck in a white cloth.
I'm stuck in a painful solid ground.
I was puzzled to find a way !
I do not know where my world !
"Oh my god" still time to me back to this world ?
Still time to correct fault ?
But i just can write in surface water.
That will not read though beautiful engraved.
Langganan:
Postingan (Atom)